Cikarsya Production :

Komunitas Peduli Pendidikan dan Lingkungan Hidup "KP2LH"

Web Blog resminya Komunitas SSBS Yogyakarta telp. 089671454046

Maaf...blog dalam tahap perbaikan...

Latest Post

Pantai Sadeng

Written By admin on Minggu, 26 Februari 2012 | 00.20

Pantai Sadeng

Pantai Sadeng

Lokasi:

Pantai Sadeng terletak di pantai selatan wilayah Gunungkidul berjarak + 40 Km dari Wonosari, Gunung Kidul

Deskripsi:

Terdapat Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) yang dikenal dengan PPI Sadeng yang bertaraf nasional dan merupakan penunjang pengembangan perikanan laut di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Selain itu, potensi lain adalah Sungai Bengawan Solo Purba. Kini, bekas aliran sungai yang populer lewat lagu keroncong berjudul Bengawan Solo ciptaan Gesang itu menjadi objek wisata menarik.


Referensi :

  1. http://jogjakini.wordpress.com
  2. http://pesonagunungkidul.com

Pantai Ngungap

EKSOTISME TEBING NGUNGAP

Sebenarnya saya sudah lama berkunjung ke pantai ngungap, namun baru sekarang bisa menulisnya, pantai ngungap merupakan salah satu pantai yang berada di Kabupaten Gunung Kidul, letaknya berdekatan dengan pantai sadeng yang merupakan salah satu TPI di daerah sana, pantai ngungap merupakan pantai yang masih bisa dibilang virgin alias jarang disentuh, akses kesana pun hanya sedikit orang yang mengetahuinya padahal pemandangan di sana sangat eksotis, tidak ada pasir pantai sama sekali melainkan hanya ada tebimg belaka.


baik dikiri maupun kanan yang terlihat hanya tebing berbatu nan tinggi, bagi anda yang suka pemandangan alam bersiap -siaplah mendapat banyak jackpot yang mencengangkan, tapi tetap waspada jangan sampai lengah dan melongo bisa - bisa jatuh ke bawah >_<, air di pantai ngungap masih jernih karena memang belum ada polusi sama sekali hihihi .

tiada yang lebih indah ketika di pantai melainkan ketika melihat sunset, di pantai ngungap banyak tersedia spot -spot sunset yang bagus tinggal pilih spotnya dan taraaa siap bernarsis ria deh, poto narsis sepuasmu mumpung ada pemandangan indah, kapan lagi bisa kesini .

Bagi anda yang berminat kesini perlu diperhatikan bahwa motor tidak bisa masuk kawasan ngungap, oleh karena itu motor harus diparkir depan portal ngungap, gx ada tukang parkir kok sante aja karena selama ini pantai tersebut juga aman, ajaklah teman yang sudah berpengalaman ke pantai agar mudah mencari jalannya, karena pantai ini memang belum terekspose kemana - mana.

Referensi :
  1. http://awansanjourneys.blogspot.com

Pantai Nguyahan

Pantai Nguyahan
Pantai Nguyahan

Lokasi:

Masih di Gunung Kidul, masih dalam satu kawasan dengan Pantai Ngrenehan + 1 Km di sebelah Barat.

Deskripsi:
Di pantai ini banyak terdapat sumber air tawar kecil yang digunakan penduduk untuk memberi minum ternak mereka.

Referensi :

  1. http://jogjakini.wordpress.com
  2. http://pesonagunungkidul.com

Pemakaman Sri Sultan HB IX

Written By admin on Sabtu, 25 Februari 2012 | 23.58

Ketika Setengah Juta Manusia Mengiringi Pemakaman Sri Sultan HB IX



TIGA abad yang lalu, gunung bergemuruh ketika Sultan Agung mangkat. Babad Tanah Jawi mencatat itu. Pekan lalu, Sultan Hamengku Buwono IX wafat, dan tak ada gemuruh gunung dan tak ada gempa. Yang ada gemuruh lain: ratusan ribu manusia membanjir berbelasungkawa, sejak jenazah tiba dari Jakarta sampai dengan tubuh itu diiringkan dengan kereta berkuda ke bukit-bukit kering di Imogiri.

Seorang wanita tua di dekat Bandar Udara Adisucipto bahkan terdengar menangis, “Duh, Gusti, duh, Gusti….” Barangkali sebuah babad lain akan mencatat bahwa inilah pemakaman terbesar di abad ke-20, dalam hal jumlah manusia yang ikut serta. Dan banyak yang bakal setuju. “Ngarsa Dalem telah membuat pangeram-eram,” bisik seorang tamu kepada Pangeran Hadiwinoto, salah seorang putra raja Yogya yang wafat itu, ketika melihat hampir setengah juta manusia datang menyambut. Dan Hadiwinoto kemudian sadar: benar, Hamengku Buwono IX telah membuat sesuatu yang menakjubkan.

Hujan juga turun, tak disangka, setelah tiga bulan kota kering seperti konon itulah kebiasaan bila ada anggota keluarga keraton Yogya meninggal. Hujan juga tumben turun di Washington, D.C., ketika jenazah Sri Sultan disemayamkan di KBRI dan ketika diberangkatkan ke Jakarta, Selasa yang lalu. Sebuah teja aneh berwarna putih bahkan tampak di atas langit Imogiri ketika pemakaman berlangsung, dan dua burung hitam yang membisu hinggap di tembok makam. Tapi, lebih dari segalanya, yang menggetarkan buat raja yang juga demokrat itu ialah rakyat, rakyat, rakyat. Rakyat itu pula yang sejak Jumat jam 14.00 hingga Sabtu jam 05.00 pagi pekan lalu antre untuk melihat dan menyembahyani jenazah Sri Sultan. Tak diketahui persis berapa jumlahl nya. Seorang abdi dalem keraton hanya mencatat bahwa sekitar 150 orang tiap menit masuk ke istana, untuk menghormati Sultan, yang hari itu terbaring di Bangsal Kencono itu tempat yang terakhir kali, di Hari Raya tahun 1986, ia pakai untuk duduk siniwoko, sebagai penguasa. Dari masa 16 jam hari itu, sebanyak 115 buku tamu habis, setelah mencatat 18 ribu pengunjung — padahal hanya sebagian pelayat yang mengisinya. Semuanya tanpa kegaduhan yang mengganggu. Keraton telah mengaturnya dengan rapi, meskipun tanpa ada panitia yang dibentuk. Agaknya, dalam tradisi yang telah berlangsung bertahun-tahun, suatu organisasi telah tersusun dan bisa berfungsi dengan baik. Sebutlah “Tepas Duworopuro”, misalnya. Lembaga ini yang mengurus pelayat. Sebut juga “tepas-tepas” (kantor dinas) lain, yang semuanya dikoordinasikan oleh “Parentah Ageng Keraton”, yang saat itu dipimpin oleh seorang yang sangat berwibawa, kakak Sri Sultan, G.B.P.H. Poeroebojo. Tapi hanya karena itukah semuanya rapi? Tampaknya tidak. Mungkin karena wibawa keraton, mungkin karena rasa hormat yang telah terbentuk beratus tahun, mungkin juga karena inilah kelebihan Yogya yang kini tampak bersih itu: selain kerapian di sekitar Bangsal Kencono yang angker dalam perkabungan itu, di luar ada kerapian yang lebih mengagumkan: rakyat Yogya yang sabar dan takzim.


Biarpun dalam berdesak-desak beberapa puluh orang luka, di antaranya patah kaki dan satu kemudian meninggal, pada dasarnya kekacauan tak ada. Seorang duta besar asing memberi komentar, melihat berjubelnya rakyat yang diatur oleh hanya beberapa orang polisi itu, “Di tempat lain, yang akan terjadi adalah kerusuhan.” Bahkan hujan yang cukup deras setengah jam tak membuat orang panik ataupun bergeming malam itu. “Pokoknya, saya harus bisa sungkem di depan Sultan, Mas,” kata Wardoyo, pedagang pasar berumur 48 tahun. Ia berdiri di situ sejak jam 13.30. Wardoyo sengaja datang dari Wonosobo. Ia memang anak seorang bekas abdi dalem keraton Yogya. Kata scorang pelayat lain, Joyodikromo, 67 tahun, tentang alasannya mau antre berjam-jam itu, “Anggaplah ini ungkapan prasetia kepada Ngarsa Dalem. Hanya ini bakti saya.” Tapi tak semua memang datang dengan niat seperti itu. Banyak yang hanya ingin tahu. Seorang yang kedapatan menangis di alun-alun utara ternyata juga punya alasan lain: ia tidak menangis untuk Sri Sultan, tapi ia kena pentungan polisi, ketika berebut mendesak. Tak semua juga tanpa kegembiraan. Tempat penyewaan pakaian peranakan, baju tradisional untuk pemakaman, laris. Bahkan juga penjahit, yang bekerja ekstra untuk melayani pesanan mendadak. Orang Yogya, termasuk mahasiswa, rupanya ingin ikut berduka ke Imogiri. Toko karangan bunga pada gilirannya ketawa. “Baru kali ini kami menikmati jerih payah membangun kios ini sejak 25 tahun lalu,” kata Wiro, pemilik kios bunga. Ia mendapat 250 pesanan. Harganya dari 10 ribu hingga Rp 300 ribu. Tapi bagaimanapun, malam itu adalah malam berdoa. Sebanyak 90 kelompok pengajian tampak bersembahyang di samping jenazah — meskipun, untuk menghormati Sultan, mereka tak pernah bisa lebih dekat dari 10 meter di bangsal yang berumur 232 tahun itu.


Beberapa kali, bergiliran, rombongan wanita berbaris. Mukena mereka yang putih membentuk kontras yang syahdu pada latar bangsal yang merah dan oranye itu. Mereka khusyuk, di tepi sebuah ruangan luas yang redup. Di atas, yang ada hanya 48 buah lampu 40 watt, sumber-sumber cahaya yang terserak di langit-langit pendopo dalam kap-kap yang berukir. Dan dalam ketemeraman yang sama, satu rombongan biarawati Katolik hadir dalam doa, sementara di lantai lebih bawah ada sederet orang bersemadi cara Jawa. Dari sini pula terdengar seorang meratap, “Duh, Gusti, nyuwun pangapunten…” (Duhai, Paduka, maafkanlah hamba). Tapi suasana berkabung yang mencekam sesungguhnya berlangsung sebelum itu: Jumat pagi, ketika jenazah tiba dari Lapangan Udara Adisucipto. Suasana sangat hening, sejak dari alun-alun utara, tempat hanya ada suara wanita membaca Quran di menara masjid. Harum melati dan mawar dan dupa di mana-mana, dan tak mengherangkan: menurut B.R.A.Y. Kuswarjanti, seorang putri Sultan, ada tiga kuintal melati dan sekuintal mawar dipakai di pekabungan itu — dua kuintal di antaranya sumbangan Universitas Gadjah Mada. Apalagi di halaman Bangsal Ponconiti, di bawah relung Bale Antiwahono, di depan Gerbang Sri Manganti — semuanya di arah masuk utara Istana. Kira-kira setengah jam setelah lonceng keraton Kiai Brajanala disentakkan 9 kali, mobil ambulans yang dirakit istimewa — disiapkan dalam dua hari dengan nomor AB 9901 AA, datang. Tubuh Hamenku Buwono IX terbujur di dalamnya, dalam sebuah peti mati dari Amerika yang seberat 350 kilo dan panjang tiga meter. Untuk kedatangannyalah semua menunggu. Di pelataran dan di sekitar Bale Antiwahono, sepasukan elite ABRI, di bawah Kolonel Suranto, Dan Rem 071 Purwokerto, siap. Warna-warna baret mereka, merah, hijau, jingga, dan biru tua nampak seperti berkilat di bawah matahari pagi dan dikelilingi warna bangunan keraton yang redup itu. Empat belas prajurit Kopassus dengan baju tempur akan mengangkat peti yang berat itu, sementara 10 prajurit berbaret hijau dari Kostrad, tegak di sebelah kiri dan kanan ruangan, berdiri menyiapkan tembakan salvo.


Begitu ambulans tiba, para abdi dalem dalam pakaian peranakan yang biru gelap duduk bersimpuh di tanah. Seorang yang kebetulan berada dekat jenazah, tetap tegak, tapi ia memejamkan matanya seperti semadi. Para pangeran, calon menantu, dan para istri Sultan, termasuk Ny. Norma atau K.R.A. Nindyokirono yang baru datang dari Jakarta bersama jenazah, berdiri. Mangkubumi, putra tertua Sultan, dan Menteri Soepardjo Rustam, berjajar. Soepardjo Rustam bertugas menyerahkan jenazah dari pemerintah ke tangan keluarga. Mangkubumi, tinggi tegap dengan mengenakan kain bercorak Tirtoteja yang agak terang, dan dengan keris upacara Toya Tinaban di pinggang, mewakili keluarga. Tiba-tiba, peristiwa di luar acara terjadi. Seorang perempuan tua mendesak maju, menyeruak di antara para kerabat dekat keraton. Para petugas dan abdi dalem kaget, lalu mencegahnya. Tapi wanita itu lalu menjeritkan tangis yang menyayat dalam keheningan itu. Ia setengah memprotes, kenapa ia dihalangi, “Apa mentang-mentang saya ini rakyat kecil, lantas tak boleh melihat Sultan.” Tak ada sebenarnya yang tak boleh melihat Sultan raja yang begitu disenangi banyak orang itu, sultan yang mungkin lebih besar ketimbang raja Mataram lainnya itu, termasuk Sultan Agung (lihat Kolom Umar Kayam, halaman 91).

Belasungkawa untuknya telah jadi sesuatu yang universal. Presiden Reagan, yang telah menyediakan pesawat khusus kepresidenan Air Force Two, sebuah Boeing 707 berwarna putih-biru muda, juga mengirimkan kawat ke Presiden Soeharto, “Saya bersedih hati mendengar meninggalnya salah satu dari pahlawan negeri tuan….” Sultan Brunei mengirimkan seorang menteri, utusan khusus buat perkabungan ini. Presiden Soeharto — yang dekat dengan Sultan selama gerilya sampai dengan ketika harus memimpin Indonesia dari reruntukan ekonomi Orde Lama — bahkan menyempatkan menginap semalam di Gedung Agung sebelum paginya mengantar jenazah Sultan menjelang diberangkatkan ke Imogiri. Di depan Presiden pagi itulah peti, yang diletakkan di altar yang ditutupi batik cokelat keemasan, corak ‘Kampuh Tengahan’, dan diselimuti Sang Merah Putih, dibuka. Di dalamnya Sri Sultan terbungkus pakaian putih secara Islam. Mungkin karena ia wafat di AS, ia sempat tak diberi pakaian adat Jawa. Mungkin juga karena ia tak memerlukan itu lagi. Aturan adat toh tak dilupakan: di jenazah itu ada untaian melati bawang sepanjang semeter, dua kendi, kain mori putih, sapu lidi dan kentongan bambu — suatu syarat karena almarhum dimakamkan di hari Sabtu. Kemudian gending Monggang yang lirih dan suram itu pun berbunyi, dilantunkan oleh gamelan Kiai Guntur Laut — konon berasal dari zaman Majapahit di abad ke-14.

Jenazah, pada jam 08.30 itu, diangkat oleh 14 prajurit Kopassus, bersama dengan para pangeran. Di bawah payung agung Songsong Jene, perjalanan kebesaran ke bukit Imogiri dimulai. Langkah pelan, dengan Pak Harto dan Ibu Tien di antara pengiring yang hening itu, menapak ke arah selatan. Di Regol (Pintu) Magangan, peti dengan tubuh raja itu pun dinaikkan ke kereta berkuda yang telah menanti. Presiden, Pangeran Poeroebojo, dan Pangeran Mangkubumi melepas. Dari sini Sri Sultan Hamengku Buwono IX tak kembali lagi. Zaim Uchrowi, Budiono Darsono, Priyono B. Sumbogo, Goenawan Mohamad. Sumber: tempointeraktif.com, Foto koleksi pribadi mastonie-go2blog.blogspot.com

Kebun Binatang Gembira Loka

Kebun Binatang Gembira Loka


Gembira Loka Zoo
Dibuka 1933
Lokasi Jogja, Jawa Tengah, Indonesia
Situs web www.gembiralokazoo.com

Kebun Binatang Gembira Loka adalah kebun binatang yang berada di Yogyakarta. Berisi berbagai macam spesies dari belahan dunia, seperti Orangutan, Gajah Asia, Simpanse, Harimau, dan lain sebagainya. Kebun Binatang Gembira Loka menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan Yogyakarta. Gembira Loka Zoo sempat rusak parah akibat gempa bumi yang mengguncang kota Yogyakarta tahun 2004. Tetapi, setelah direnovasi Kebun Binatang Gembira Loka tetap dicari para wisatawan.


Sejarah

Loka artinya tempat, gembira ya gembira. Syahdan, hampir setengah abad yang lalu Sri Sultan Hamengku Buwono IX mewujudkan keinginan pendahulunya untuk mengembangkan ‘Bonraja’ tempat memelihara satwa kelangenan raja menjadi suatu kebon binatang publik. Maka didirikanlah Gembira Loka diatas lahan seluas 20 ha yang separonya berupa hutan lindung. Disitu terdapat lebih dari 100 spesies satwa diantaranya 61 spesies flora.

Letaknya di daerah aliran sungai Gajah Wong. Akses menuju Gembira Loka sangat mudah dengan angkutan kota dan kendaraan. Pada awalnya dimulai dari beberapa hewan macan tutul yang berhasil ditangkap penduduk setempat karena mengganggu desa dan sebagian berasal dari lereng merapi yang hutannya terbakar akibat awan panas.

Kebun binatang Gembira loka kini memiliki koleksi binatang yang cukup lengkap. Setiap tahunnya ada tambahan penghuni. Sudah beberapa kali binatang gajah melahirkan anaknya, juga binatang langka Komodo telah menetaskan telurnya. Di Gembira Loka orang dapat bersuka ria dengan santai menggunakan perahu boad yang disediakan di telaga tersebut. Disamping dapat menikmati bermacam-macam jenis pohon yang tumbuh melengkapi keberadaan kebun raya.

Satu hal yang memprihatinkan adalah banyak kondisi satwa yang kurang terurus. Banyak fasilitas yang seakan seadanya saja. Hal itu karena pendapatan dari tiket masuk sangat kecil dari sedikitnya wisatawan yang berkunjung.


Hewan

Kebun Binatang Gembira Loka ini memiliki berbagai jenis spesies yang diadopsi dari berbagai belahan dunia.


Mamalia


Reptil

  • Buaya Muara
  • Kura-kura Radiata
  • Kura-kura Terapin
  • Kura-kura Sulkata
  • Kura-kura Kepala Ceri
  • Biawak Naga
  • Iguana Merah
  • Kaiman Kerdil Cuvier
  • dan lain-lain


Burung


Fasilitas


Gembira Loka Gembira Loka Gembira Loka Gembira Loka

Album Foto (15 foto)

BONBIN GEMBIRA LOKA

Alamat: Jl Kebun Raya 2, Yogyakarta, IndonesiaPhone: (0274) 373 861

Koordinat GPS: S7°48'13.1" E110°23'52.1" (lihat peta)

Gembira Loka merupakan tempat yang tepat untuk berwisata bersama keluarga. Tak hanya bisa mencoba berbagai wahana permainan dan menyaksikan tingkah aneka satwa, di Gembira Loka Anda juga bisa menemukan kadal raksasa, Komodo Dragon.

BONBIN GEMBIRA LOKA
Menemukan Komodo Dragon di Yogyakarta

Kadal raksasa itu berjalan pelan menyeret tubuhnya. Lidahnya yang bercabang menjulur-julur seirama dengan ekornya yang berkibas ke kanan dan kiri. Sedangkan kakinya yang dipenuhi kuku tajam menjejak di atas tanah dengan kuat. Saat animal keeper melemparkan daging ke dalam kandang, dia pun langsung melahap dan mengunyahnya dengan garang. Seorang anak kecil nampak tertegun sekaligus terpesona menyaksikan adegan yang baru saja berlangsung di depannya. Begitu juga YogYES yang baru pertama kalinya menyaksikan komodo melahap makanan.

Tak harus jauh-jauh datang ke Pulau Komodo atau Pulau Rinca untuk menyaksikan reptil purba nan unik dan langka serta asli Indonesia tersebut. Cukup datang ke Kebun Binatang Gembira Loka, Anda sudah bisa menyaksikan "the world's largest living lizard" yang masuk dalam daftar UNESCO world heritage. Kebun binatang yang berdiri sejak puluhan tahun lalu ini rupanya memiliki belasan koleksi komodo yang tersebar di beberapa kandang. Bahkan, pada periode tahun 1992 hingga 1996, Gembira Loka juga menjadi tempat penangkaran komodo ex situ (di luar habitat aslinya) yang paling berhasil sehingga mendapatkan penghargaan pada Konferensi Komodo Dragon tahun 1998 di Thoiry, Paris.

Selain memiliki koleksi komodo dragon, Gembira Loka juga memiliki koleksi ular, katak dari berbagai negara, kaiman, soa, kura-kura, dan biawak di dalam wahana Taman Reptil dan Amfibi. Aneka hewan lain seperti gajah, orang utan, harimau, monyet, onta, burung, rusa, zebra, hingga kudanil juga dapat ditemui di Gembira Loka. Suasana kebun raya yang teduh dan dipenuhi pohon rindang menjadikan tempat ini asyik untuk berwisata bersama keluarga maupun teman-teman sebaya. Jika datang pada jam yang tepat, Anda dapat menyaksikan pertunjukan aneka satwa lucu, mulai dari burung kakaktua yang bisa berhitung, orang utan naik sepeda, hingga berang-berang bermain bola.

Usai menyaksikan atraksi dan polah tingkah aneka satwa, YogYES pun beristirahat sejenak di wahana Mayang Tirta. Wahana ini berupa bangunan berbentuk kapal megah yang terletak di tengah danau buatan. Di Mayang Tirta terdapat cafe terbuka, sehingga memungkinkan kita untuk menikmati makanan sambil menikmati sore yang cerah dan menyaksikan kapal-kapal yang melintas. Kapal Kataraman Dugong yang mengangkut banyak penumpang melaju dengan pelan, kemudian disusul oleh perahu boat yang melaju kencang sehingga mencipratkan air kemana-mana. Di kejauhan anak-anak terlihat riang bermain perahu kayuh bersama orang tuanya. Sesuai dengan namanya, Gembira Loka, kebun binatang yang terletak di tengah kota ini menjadi tempat yang tepat untuk bersenang-senang baik sendiri maupun bersama keluarga.

Tiket Masuk Kebun Binatang Gembira Loka:

  • Senin - Sabtu: Rp 12.000
  • Minggu & hari libur: Rp 15.000

Tiket Wahana Permainan:

  • Skuter air, ATV, perahu senggol, perahu boat, perahu banana "Orca", terapi ikan: Rp 20.000
  • Perahu kayuh: Rp 15.000
  • Kapal kataraman, gajah tunggang, onta tunggang, kolam tangkap: Rp 10.000
  • Kano engkol, kereta mini: Rp 5.000

Keterangan:

  • Rombongan dengan jumlah minimal 25 orang akan mendapatkan potongan jika telah memberitahukan rencana kunjungan sejak jauh-jauh hari.
  • Pertunjukkan satwa lucu dilangsungkan setiap hari pada pukul 11.00 dan 13.00 WIB, sedangkan pada hari libur tergantung dari animo pengunjung.
  • Kebun Raya Kebun Binatang Gembira Loka dapat dicapai menggunakan Trans Jogja. Dari Halte Malioboro Anda dapat naik jalur 1A, sedangkan dari Halte Bandara Adisutjipto silahkan naik Trans Jogja jalur 1B.


Referensi :

  1. http://id.wikipedia.org
  2. http://www.yogyes.com

Makan dan Minum Harus Duduk



Bagaimana keseharian kita saaat makan ataupun minum? Apakah kita mengikuti cara Rosulullah, Nabi Muhammad SAW? Jika jawabannya ya, kita pantas bersyukur lho, karena cara seperti ini ternyata memang benar adanya, medis pun setuju dengan anjuran ini. Tahu tidak sebenarnya alasan kenapa Nabi Muhammad menganjurkan makan dan minum dalam posisi duduk? Tahu tidak? Hayo jangan ikut-ikutan aja nih, harus tahu alasannya lho. Simak terus ya kalau ingin tahu alasannya.

Dari Anas dan Qatadah, Rasulullah saw bersabda: Sesungguhnya beliau melarang seseorang minum sambil berdiri, Qotadah berkata:”Bagaimana dengan makan?” beliau menjawab: “Itu kebih buruk lagi”. (HR.Muslim dan Turmidzi)

bersabda Nabi dari Abu Hurairah,“Jangan kalian minum sambil berdiri ! Apabila kalian lupa, maka hendaknya ia muntahkan !” (HR. Muslim).

Anjuran Rosul sendiri tidak main-main lho, pasti ada alasan kenapa beliau melarang kita makan dan minum sambil berdiri. Nih dia rahasia medisnya :

Dr. Abdurrazzaq Al-Kailani berkata: “Minum dan makan sambil duduk, lebih sehat,lebih selamat, dan lebih sopan, karena apa yang diminum atau dimakan oleh seseorang akan berjalan pada dinding usus dengan perlahan dan lembut. Adapun minum sambil berdiri, maka ia akan menyebabkan jatuhnya cairan dengan keras ke dasar usus, menabraknya dengan keras, jika hal ini terjadi berulang-ulang dalam waktu lama maka akan menyebabkan melar dan jatuhnya usus, yang kemudian menyebabkan disfungsi pencernaan.

Namun memang pernah sesekali Rasulullah berdiri, maka itu dikarenakan ada sesuatu yang menghalangi beliau untuk duduk, seperti penuh sesaknya manusia pada tempat-tempat suci, bukan merupakan kebiasaan. Ingat hanya sekali karena darurat!

Bahkan kata Dr. Ibrahim Al-Rawi menerangkan jika manusia pada saat berdiri, ia dalam keadaan tegang. Organ keseimbangan dalam pusat syaraf sedang bekerja keras, supaya mampu mempertahankan semu otot pada tubuhnya, sehingga bisa berdiri stabil dan sempurna. Hal ini kata beliau merupakan kerja yang sangat teliti yang melibatkan semua susunan syaraf terpenting pada saat makan da minum.

Sehingga untuk mendapatkan ketenangan itu kata beliau adalah pada saat duduk, dimana syaraf berada dalam keadaan tenang dan tidak tegang, sehingga system pencernaan dalam keadaan siap untuk nerima makanan dan minuman dengan cara cepat.

Bahkan Dr. Al-rawi menekankan bahwa makanan dan minuman yang disantap pada saat berdiri, bisa berdampak pada refleksi saraf yang dilakukan oleh reaksi saraf kelana (saraf otak kesepuluh) yang banyak tersebar pada lapisan endotel yang mengelilingi usus.

Refleksi ini apabila terjadi secara keras dan tiba-tiba, bisa-bisa menyebabkan tidak berfungsinya saraf (Vagal Inhibition) yang cukup parah, untuk menghantarkan detak mematikan bagi jantung, sehingga menyebabkan pingsan atau mati mendadak. Ternyata bisa separah ini lho akibat dari makan dan minum berdiri itu.

Begitu pula makan dan minum berdiri secara terus-menerus terbilang membahayakan dinding usus dan memungkinkan terjadinya luka pada lambung. Para dokter melihat bahwa luka pada lambung 95% terjadi pada tempat-tempat yang biasa bebenturan dengan makanan atau minuman yang masuk.

Jadi ilustrasi jika kita minum dengan cara duduk adalah seperti ini. Dimana air yang masuk dengan cara duduk akan disaring oleh sfringter. sfringter sendir adalah suatu struktur maskuler (berotot) yang bisa membuka (sehingga air kemih bisa lewat) dan menutup. Setiap air yang kita minum akan disalurkan pada ‘pos-pos’ penyaringan yang berada di ginjal. Nah, jika kita minum berdiri air yang kita minum tanpa disaring lagi. Langsung menuju kandung kemih. Ketika langsung menuju kandung kemih, maka terjadi pengendapan disaluran ureter. Karena banyak limbah-limbah yang menyisa di ureter. Inilah yang bisa menyebabkan penyakit kristal ginjal. Salah satu penyakit ginjal yang berbahaya. Susah kencing adalah salah satu akibat dari minum berdiri.

Begitu juga kondisi keseimbangan pada saat berdiri disertai pengerutan otot pada tenggorokan yang menghalangi jalannya makanan ke usus secara mudah, dan terkadang menyebabkan rasa sakit yang sangat yang mengganggu fungsi pencernaan, dan seseorang bisa kehilangan rasa nyaman saat makan dan minum.

Nah gimana? Cukup memberikan jawaban kan, kenapa kita tidak boleh makan dan minum dengan berdiri?

Sekarang kita jadi tahu apa manfaatnya dari sunnah Rosul, makan dan minum dengan duduk. Nah, kita mulai aplikasikan dikeseharian kita yuk. Kalau ada yang lupa dan tidak sengaja, boleh lho saling mengingatkan. Kan muslim yang baik adalah yang saling nasehat menasehati dalam kebaikan.

Gua Pindul

Written By admin on Jumat, 24 Februari 2012 | 18.54

Gua Pindul, Pesona Wisata Baru Gunung Kidul

Gunungkidul merupakan kawasan bagian timur Yogyakarta berupa pegunungan kapur. Alam yang berupa pegunungan kapur memiliki kelemahan tanah yang tandus dan sulit menemukan sumber air. Namun kenyataannya masyarakat Gunungkidul dapat bertahan dalam kondisi yang demikian. Perekonomian berjalan dengan sektor pariwisata yang dapat diolah menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat Gunungkidul. Tidak asing lagi bagi masyarakat luar Yogyakarta , Gunungkidul terkenal dengan beberapa obyek pariwisata pantai dengan pasir putihnya, bahkan salah satu pantainya yakni pantai Siung memiliki area panjat tebing.

Selain pantai ada satu obyek wisata baru di Gunungkidul yang sayang kalau tidak dicoba , bagi para wisatawan. Obyek wisata Gua Pindul, ini merupakan wisata jelajah gua kapur yang mengasyikkan. Obyek wisata ini terletak kurang lebih 7 km dari Wonosari, tepatnya di Bejiharjo, Karangmojo. Untuk menuju obyek ini jalannya sudah cukup bagus , dapat dilalui mobil dan sepeda motor .

Harga tiket per orang pun tidak mahal hanya Rp. 30.000,00 per orang sudah termasuk bakso satu mangkuk. Selain bakso fasilitas yang tercakup pada harga tiket adalah pelampung, helm pengaman, sepatu khusus untuk jelajah gua dan pemandu. Tempat untuk beristirahat juga disediakan berupa gazebo. Tempat parkir juga cukup luas, sehingga tidak usah khawatir untuk memarkirkan kendaraan dengan nyaman. Selain jelajah gua di tempat ini juga dapat melakukan arung jeram, dengan harga tiket Rp. 45.000,00.

Persiapan penjelajahan gua adalah ban karet besar dengan memakai pelampung , sepatu khusus dan helm. Setelah persiapan maka perjalanan akan dimulai dengan menaiki ban karet besar, karena Gua ini terletak di aliran sungai Oya dengan kedalaman kurang lebih 2-3 meter dengan panjang gua berkisar 300 – 400 meter. Pemandu akan mengiringi perjalanan dan menjelaskan kondisi Gua Pindul. Penjelajahan gua ini akan menemukan indahnya stalagmite dan staglatit yang terbentuk dari tetesan air kapur yang mengendap dan terkadang terlihat berkilau seperti kristal. Bukan saja stalagmite dan staglatit yang akan ditemui di gua ini, terdapat pula sarang burung sriti sehingga di bagian atas gua dapat dilihat sarang burung sriti. Selain hal itu terdapat pula tetesan air dari atas gua yang disebut tetesan air mutiara, yang konon, dapat membuat wajah menjadi lebih cantik. Salah satu bagian gua Pindul juga dapat berbunyi seperti gong ketika ada yang memukul bagian tersebut dan bunyinya mirip benar dengan suara gong. Setelah penjelajahan berakhir pada bagian akhir gua masih terdapat air dengan kedalaman 2-3 meter, apabila ingin belajar berenang bisa dilakukan disini, akan tetapi bagi yang benar – benar belum pernah berenang harus ekstra nyali untuk mencoba berenang walaupun tidak akan tenggelam karena adanya pelampung.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan apabila ingin melakukan penjelajahan gua Pindul yaitu:
  1. 1. Tidak boleh berkata – kata kotor selama penjelajahan gua (ini akan ditekankan oleh pemandu)
  2. 2. Tidak diperbolehkan membawa kamera selama penjelajahan gua, akan tetapi foto selama penjelajahan akan dilakukan oleh pemandu
  3. 3. Semua barang berharga termasuk hp dititipkan ke pihak pengelola agar tidak rusak dan hilang selama penjelajahan
  4. 4. Membawa baju ganti lengkap luar dan dalam beserta peralatan mandi, karena dijamin seluruh tubuh basah
  5. 5. Memakai pakaian berbahan kain, agar tubuh tidak terlalu berat karena akan basah terkena air
Bagi masyarakat Gunungkidul , wisata ini menjadi hal baru akan tetapi juga wisatawan luar sudah mulai berdatangan, maka jika ingin menikmati petualangan baru di Gunungkidul maka Gua Pindul dapat menjadi salah satu alternative. Selamat Mencoba…………..

Referensi :
maaf belum dapat saya sertakan mengingat koneksi kemarin terputus..

RAIMUNA NASIONAL 2012

KERANGKA ACUAN

RAIMUNA NASIONAL X TAHUN 2012

YANG DISEMPURNAKAN DALAM RAPAT KWARDA PAPUA, KWARDA PAPUA BARAT DENGAN KWARTIR NASIONAL DAN DKN 25 DAN 26 AGUTUS 2011 DI KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA

1. Latar Belakang

Sejak lahirnya Gerakan Pramuka pada tahun 1961, Gerakan Pramuka telah mengemban amanah untuk membina generasi muda Indonesia dengan sistem kepanduan agar dapat menjadi kader dan pemimpin bangsa yang handal dengan bermodal watak serta tingkah laku yang baik dan bijaksana serta ditambah dengan nilai–nilai agama yang sesuai dengan keyakinannya masing – masing.

Dalam melakukan pembinaan terhadap generasi muda Indonesia, Gerakan Pramuka menggunakan sistem pembinaan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metoda Kepramukaan. Serta dilakukan penggolongan terhadap anggotanya, mulai dari Siaga, Penggalang, Penegak dan Pandega serta Orang Dewasa yang berdasarkan atas usia anggota.

Setiap golongan memiliki kegiatan besar yang merangkum semua metoda pembinaan yang dilaksanakan selama menjadi anggota Gerakan Pramuka. Mulai dari Pesta Siaga, Jambore untuk Penggalang, Raimuna untuk Penegak dan Pandega, serta Karang Pamitran bagi Orang Dewasa.

Saat ini merupakan masa transisi bagi usia pemuda 16 s.d. 25 tahun untuk mencari jati diri serta merupakan era globalisasi yang terdapat multi krisis, baik moral, dan tingkah laku, bahkan ekonomi. Sehingga pemuda dalam usia Penegak dan Pandega perlu metoda dan jenis kegiatan yang bertujuan untuk memberikan arahan agar menjadi kader pembangunan bangsa yang baik dan handal, minimal untuk dirinya sendiri dan keluarga.

Dalam tujuan dan tugas yang diemban Gerakan Pramuka serta untuk mengurangi dampak dari era globalisasi dan krisis multi dimensi tersebut serta dengan objek pembinaan usia 16 s.d. 25 tahun, maka Gerakan Pramuka, mulai dari Kwartir Nasional hingga Gugus Depan mengadakan kegiatan besar bagi golongan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega dengan nama Raimuna, yang merupakan kegiatan terdiri atas pengembangan wawasan, bakti, keterampilan, dan kebudayaan.

Raimuna sendiri merupakan dua buah kata yang berasal dari Suku Ambai, Provinsi Papua, terdiri atas Rai yang artinya Pertemuan, dengan Muna yang artinya Pemimpin/Kepala Suku. Sehingga Raimuna dapat diartikan Pertemuan Para Pemimpin/kepala Suku, makna tersebut dapat mewakili makna pertemuan besar Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega, karena Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega merupakan para pemimpin dikelompoknya masing – masing dan calon pemimpina bangsa.

Sesuai dengan kelender kegiatan dan keputusan Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka tahun 2008, diputuskan pelaksanaan Raimuna Nasional pada tahun 2012 bertempat di Papua dan selaku tuan rumah adalah Kwarda Papua. Guna memperlancar segala usaha dan persiapan pelaksanaan kegiatan, maka diperlukan Kerangka Acuan Raimuna Nasional X tahun 2012.

2. Dasar Pelaksanaan Kegiatan

  • UU Nomor 12 Tahun 2010 Tentang Gerakan Pramuka
  • Anggaran Dasar Gerakan Pramuka
  • Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka
  • Keputusan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka tentang Pola dan Mekanisme Pembinaan Pramuka Penegak dan Pandega
  • Keputusan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka tentang Petunjuk Penyelenggaraan Dewan Kerja
  • Keputusan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka tentang Petunjuk Penyelenggaraan Raimuna
  • Rencana Strategik Gerakan Pramuka tahun 2008 s.d. 2012.
  • Keputusan Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka tahun 2008 tentang Pelaksanaan Raimuna Nasional X tahun 2012
  • Program Kerja Kwartir Nasional Gerakan Pramuka tahun 2008 s.d. 2013

3. Maksud dan Tujuan

Maksud pelaksaan kegiatan ini adalah

  1. Melaksanaan tujuan pembinaan bagi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega,
  2. Meningkatkan Ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa,
  3. Meningkatkan kecintaan tanah air,
  4. Rasa Persaudaraan,
  5. Membentuk sikap Teguh, Rela berkorban, Mandiri, dan penuh tanggung jawab.

Tujuan pelaksanaan kegiatan adalah :

  1. Ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa,
  2. Meningkatkan wawasan kebangsaan,
  3. Meningkatkan rasa kebersamaan dikalangan Pemuda Indonesia,
  4. Menjadi kader pemimpin dimasyarakat,
  5. Memperoleh tambahan keterampilan dan pengalaman.

4. Nama Kegiatan

Kegiatan ini dinamakan Raimuna Nasional X tahun 2012

5. Tema

Pramuka Indonesia bersama masyarakat membangun kampung tanah Papua

6. Moto

Satyaku kudarmakan, darmaku kubaktikan

7. Rencana Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Kegiatan Raimuna Nasional X tahun 2012, direncanakan dilaksanakan pada bulan 24 – 30 Juni 2012 (bertepatan dengan kalender liburan pendidikan) selama tujuh hari serta bertempat diBumi Perkemahan Cenderwasih Jayapura Papua .

8. Perkiraan Peserta, Pimpinan Kontingen, dan Pembina Pendamping

Peserta Raimuna Nasional X tahun 2012, terdiri atas :

  • Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega yang berasal dari utusan Kwartir Cabang se-Indonesia,
  • Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega yang berasal dari utusan Gugus Depan Gerakan Pramuka di Luar negeri,
  • Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega yang berasal dari utusan Organisasi Kepanduan Negara Lain,
  • Pemuda dan Pemudi Indonesia (Pelajar, Mahasiswa, Penganguran, dll) yang berusia 16 s.d 25 tahun, yang berasal dari Organisasi Kepemudaan Indonesia dan atau bukan Organisasi Kepemudaan Indonesia serta bukan merupakan anggota Gerakan Pramuka.

Dengan persyaratan secara umum adalah :

  1. Pramuka atau Pemuda yang berusia 16 s.d 25 tahun, dan telah memenuhi kecakapan Umum digolongannya untuk anggota Pramuka,
  2. Sehat Jasmani dan dibuktikan oleh Surat Keterangan Sehat Dokter,
  3. Mendapatkan izin dari Orang Tua/Wali dengan dibuktikan Surat Izin Orang Tua/Wali,
  4. Merupakan perwakilan dari Gugusdepan, dan Kwartirnya atau Organisasi/ Perkumpulannya dengan dibuktikan dengan Surat Tugas,
  5. Mendapatkan izin dari Pimpinan Institusinya dengan membuktikan surat izin institusi masing – masing,
  6. Sanggup membayar fee peserta, terdiri atas biaya perkemahan, kegiatan, konsumi, perlengkapan peserta berupa topi, kaos kegiatan, tanda peserta, scraf peserta, Tanda Ikut Serta Kegiatan (TISKA) bagi yang memenuhi ketentuan, serta Piagam Kegiatan, yang jumlah/besarnya ditentukan kemudian.

Pimpinan Kontingen, merupakan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega (atau seusia Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega) yang bertugas memimpin dan bertanggung jawab terhadap Kontingennya.

Dengan persyaratan secara umum adalah :

  1. Pramuka atau Pemuda yang berusia 16 s.d 25 tahun, dan telah memenuhi kecakapan Umum digolongannya untuk anggota Pramuka,
  2. Sehat Jasmani dan dibuktikan oleh Surat Keterangan Sehat Dokter,
  3. Mendapatkan izin dari Orang Tua/Wali dengan dibuktikan Surat Izin Orang Tua/Wali,
  4. Merupakan perwakilan dari Gugusdepan, dan Kwartirnya atau Organisasi/ Perkumpulannya dengan dibuktikan dengan Surat Tugas,
  5. Mendapatkan izin dari Pimpinan Institusinya dengan membuktikan surat izin institusi masing – masing,
  6. Sanggup membayar fee Pinkon, terdiri atas biaya perkemahan, kegiatan, konsumi, perlengkapan peserta berupa topi, kaos kegiatan, tanda peserta, scraf peserta, Tanda Ikut Serta Kegiatan (TISKA) bagi yang memenuhi ketentuan, serta Piagam Kegiatan, yang jumlah/besarnya ditentukan kemudian.

Pembina Pendamping, adalah Orang Dewasa yang bertugas untuk membimbing Kontingen untuk melaksanakan tugas dan fungsinya masing – masing dalam kontingen. Sesuai dengan prinsip pembinaan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega.

Dengan persyaratan:

  1. Berusia lebih dari 28 tahun (sesuai Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka), lebih baik telah memenuhi syarat sebagai Pembina Mahir Pramuka Penegak/Pramuka Pandega,
  2. Sehat Jasmani dan dibuktikan oleh Surat Keterangan Sehat Dokter,
  3. Merupakan perwakilan dari Gugus Depan, dan Kwartirnya atau Organisasi/Perkumpulannya dengan dibuktikan dengan Surat Tugas,
  4. Mendapatkan izin dari Pimpinan Institusinya dengan membuktikan surat izin institusi masing – masing,
  5. Sanggup membayar fee Bindam, terdiri atas biaya perkemahan, kegiatan, konsumi, perlengkapan peserta berupa topi, kaos kegiatan, tanda peserta, scraf peserta, Tanda Ikut Serta Kegiatan (TISKA) bagi yang memenuhi ketentuan, serta Piagam Kegiatan, yang jumlah/besarnya ditentukan kemudian.

Perkiraan jumlah Peserta, Pinkon, dan Bindamping adalah:

  • Peserta utusan Kwarcab se-Indonesia

8 orang putera dan 8 orang puteri, dari 486 Kwartir Cabang se-Indonesia, sebanyak 7.776 orang

  • Peserta utusan Gudep Luar Negeri

8 orang putera dan 8 orang puteri, dari 10 Gugusdepan Luar Negeri sebanyak 160 orang

  • Peserta dari Luar Negeri ASEAN dan PNG

8 orang putera dan 8 orang puteri, dari 11 Negera sebanyak 176 orang

  • Pinkon

1orang putera dan 1 orang puteri dari 33 DKD sebanyak 66 orang

  • Bindamping Kwarda

1 orang Pembina putera dan 1 orang Pembina Puteri dari 33 Kwarda sebanyak 66 orang.

  • Bindamping Gugusdepan Luar Negeri

1 Orang Putera dan 1 orang Puteri dari 11 Negera sebanyak 22 orang

Jumlah seluruh peserta, pinkon, dan bindamping adalah 8.286 orang.

9. Campfee

Peserta Lokal Rp. 300.000/orang

Pinkonda & Bindamping Rp. 400.000/orang

Peserta & Bindamping Luar Negeri US $ 150/orang

10. Kepanitiaan

Kegiatan Raimuna Nasional X tahun 2012 diselenggarakan oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, dengan tuan rumah adalah Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Papua . Untuk menyelenggarakan Kegiatan serta melaksanakannya, maka Kwartir Nasional Gerakan Pramuka akan membentuk Panitia Penyelenggara, dan Sangga Kerja/Panitia Pelaksana yang berasal dari unsur Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Kwartir Daerah Tuan Rumah, dan unsur Dewan Kerja se-Indonesia.

Uraian tugas dan tanggung jawab Panitia Penyelenggara dan Sangga Kerja/Panitia Pelaksana dijabarkan kemudian oleh Kelompok Kerja.

11. Kedatangan Kontingen.

Semua kontingen daerah mupun kontingen Cabang yang datang ke Papua mengunakan Pesawat Udara dan Kapal laut. Setelah tiba dibandara maupun pelabuhan laut semuanya akan dijemput dengan ADAT PENERIMAAN TAMU. Selanjutnya akan dipandu oleh seorang pendamping yang berasal dari daerah kontingen tersebut.

12. Transportasi.

a. Transportasi Udara: 1) Garuda 3 X penerbangan sehari

2) Merpati 3 X Penerbangan sehari

3) Lion Air 2 X Penerbangan sehari

4) Batavia 1 X Penerbangan

5) Expres 1 X Penerbangan

6) Hercules TNI AU

b.Transportasi Laut: 1) KM Gunung Dempo 5 hari perjalanan

2) KM Doloronda 6 hari perjalanan

3) KM Ngapulu 6 hari perjalanan

4) KM Sinabung 6 hari perjalanan

5) KM Dobonsolo

6) KRI Banda Aceh dari Jakarta

7) KRI Nusanife dari Jakarta

8) KRI Makasar dari Surabaya

9) KRI Surabaya dari Surabaya

c.Transportasi Lokal : 1) Kendaraan Bus milik Pemda Provinsi 10 unit

2) Kendaraan Bus milik Pemda Kabupaten Kota /Kabupaten 10 unit

3) Kendaraan Bus anak sekolah 8 unit

4) Kendaraan Bus DAMRI 10 unit

4) Kendaraan Truk Milik TNI/POLRI … unit

5) Kendaraan sewa (angkutan umum, hotel) …. unit

Akomodasi :

1. Hotel 25 unit (direncanakan di VVIP dan VIP di SwisBell Hotel, Kwarnas, Gubernur dan Kwarda di Hotel Assthon)

2. Asrama, Diklat dan Penginapan lainnya.

13. Bentuk Kegiatan

Kegiatan pada Raimuna Nasional X tahun 2012 dilaksanakan dalam bentuk, al :

  • Pengenalan Kegiatan
  • Praktek dan Simulasi
  • Dinamika Kelompok
  • Diskusi
  • Lokakarya
  • Interaksi
  • Komunikasi

14. Jenis Kegiatan

Untuk menyesuaikan dengan kebutuhan generasi muda Indonesia dan global, maka kegiatan–kegiatan dalam Raimuna Nasional X tahun 2012 dilaksanakan dengan beberapa jenis kegiatan, antara lain:

  • Perkemahan
  1. Apel
  2. Kunjungan Persaudaraan
  3. Kegiatan Keagaamaan
  4. Api Unggun
  • Keterampilan
  1. Kesakaan
  2. Kepemimpinan
  3. Kehumasan
  4. Kewirausahaan
  5. Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
  6. Kesehatan
  7. Isu Interaktif
  • Wawasan Nusantara
  1. Pengenalan Lingkungan
  2. Bela Negara
  3. Budaya Nusantara
  • Bakti Masyarakat
  1. Penanaman Pohon Sagu
  2. Penghijauan di daerah sekitar Buper
  3. Penanaman mangrove di Teluk Yotefa
  • Kegiatan wisata yang direncanakan adalah :
  1. Festival Danau Sentai (FDS).
  2. Napak Tilas Perjuangan Pahlawan Nasional Marthen Indey.
  3. Napak Tilas Perang Dunia Kedua
  4. Kampung Wisata Tablanusu Kab. Jayapura.
  5. Mengunjungi Perbatasan RI – PNG dan Vanimo Province
  6. Mengunjungi Stadion Mandala.
  7. Wisata Executif ke Wamena menyaksikan Perang Suku.
  8. Wisata hutan sagu dan menyaksikan proses pembuatan sagu.
  • Global Development Village
  1. Brotherhood
  2. Culture and Arts
  3. Technology
  4. Communication
  5. Global Issues
  6. Unity of the Nations
  7. Creativity
  8. Music
  9. Dance
  10. Theatre
  11. Cinema show
  12. Food and Drink
  13. Nation and Culture Days
  • Kebudayaan dan Olahraga
  1. Budaya Bangsa
  2. Kesenian
  3. Persaudaraan
  4. Olahraga

15. Metoda Kegiatan

Proses yang dilaksanakan dalam Raimuna Nasional X tahun 2012 dengan sifat “Edukatif, Kreatif, Produktif, Inovatif, Rekreatif”, selanjutnya metoda yang digunakan dalam Raimuna Nasional X tahun 2012 adalah Afektif, Kognitif, dan Psikomotorik.

16. Sistem Perkemahan

Dalam rangka proses pembelajaran dan melakukan sistem “belajar sambil melakukan” dilakukan sistem perkemahan yang dipimpin oleh Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega yang dipilih dan merupakan Pimpinan seluruh Perkemahan, yang selanjutnya sistem perkemahan dibentuk sepertihalnya sebuah pemerintahan setingkat dengan Provinsi/Kabupaten hingga tingkat RT.

Sistem satuan terpisah antara Putera dan Puteri, serta dipimpin oleh kelompok mereka sendiri. Ditambah dengan beberapa bagian yang semuanya dipimpin oleh Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega, sesuai dengan prinsip pembinaan Pramuka Penegak dan Pandega, “dari, oleh, dan untuk Pramuka Penegak dan Pandega dengan kerjasama orang Dewasa”.

Bentuk Tenda

Dalam rangka mengenal dan meningkatkan budaya asli kehidupan pemukiman masyarakat asal kata atau nama Raimuna yang mendiami pesisir kepulauan Yapen yaitu suku Randawaya dana ambay kabupaten kepuluan Yapen,maka bentuk tenda yang akan digunakan oleh seluruh peserta perkemahan adalah “ Bentuk rumah asli yang atapnya dari daun sagu dan dinding dari gaba-gaba atau kulit kayu. Serta bahan bakarnya dari kayu kering.

Semua bahan ini disediakan oleh Panitia dan peserta tinggal masuk dan membayar free perkemahan.

17. Tahapan Pelaksanaan

Untuk melaksanakan kegiatan Raimuna Nasional X tahun 2012, proses pelaksanaannya dijalankan dalam beberapa tahapan, antara lain :

  • Tahap Persiapan
  1. Pembentukan Kelompok Kerja (Bulan Pertama)
  2. Pembuatan dan Pengesahan Petunjuk Pelasaksanaan (Bulan Ketiga)
  3. Pembentukan Panitia dan Sangga Kerja
  4. Pembentukan Tim Usaha Dana
  5. Pembuatan Rancangan Anggaran
  6. Pembuatan Logo, Maskot, dan Penentuan Tema dan Slogan Kegiatan
  7. Audensi dengan Pemerintah Pusat dan Tuan Rumah
  8. Pencarian Sponsor Kegiatan
  9. Pelatihan Sangga Kerja
  10. Kampanye Kegiatan
  11. Penayangan Iklan
  12. Promosi Kegiatan
  13. Pelibatan Media Massa
  14. Simulasi Kegiatan
  15. Press Conference
  16. Pengesahan dan Penyebaran Petunjuk Teknis (Juknis)
  • Fasilitas pendukung yang sedang disiapkan dalam tahun anggaran 2011 adalah :
  1. Pembangunan Jaringan Air Bersih
  2. Pekerjaan Gedung Kwarda dan Aula
  3. Pekerjaan Pintu Gerbang.
  4. Pekerjaan Pembangunasn areal Parkir.
  5. Pekerjaan kantor Pengendali kegiatan.
  6. Pekerjaan Pendopo.
  7. Pekerjaan Tribun Stadion
  8. Pekerjaan Rumah jaga
  9. Pekerjaan MCK
  10. Pekerjaan Gudang.
  11. Pekerjaan Lapangan futsal.
  12. Pembuatan Tugu atau patung Baden Powell.

18. Fasilitas yang akan dikerjakan tahun anggaran 2012 adalah :

  1. Pelebaran jalan diareal buper.
  2. Pekerjaan Jaringan Listrik.
  3. Tambahan MCK darurat.
  4. Rumah sakit lapangan
  5. Penyiapan lahan pasar Tradisional dan pasar umu

19. Tahap Pelaksanaan

- Perkemahan

- Upacara Adat Ambalan Bhinneka Tunggal Ika

- Upacara Pembukaan

- Kegiatan Hari Pertama

- Kegiatan Hari Kedua

- Kegiatan Hari Ketiga

- Kegiatan Hari Keempat

- Kegiatan Hari Kelima

- Kegiatan Hari Keenam

- Kegiatan Hari Ketujuh

- Kegiatan Hari Kedelapan

- Kegiatan Hari Kesembilan

- Kegiatan Hari Kesepuluh

- Upacara Adat Ambalan Bhinneka Tunggal Ika

- Upacara Penutupan

20. Tahap Pelaporan

- Pertemuan Evaluasi

- Penilaian Kegiatan

- Pembuatan Laporan

- Laporan Keuangan

- Ucapan Terimakasih

- Pembubaran Panitia

21. Kelompok Kerja

Dalam rangka mempersiapkan dan menyusun pondasi awal dari kegiatan Raimuna Nasional X tahun 2012, maka perlu dibentuk sebuah kelompok yang bertugas untuk menyusun serta membentuk langkah awal dan mengembangkan konsep Raimuna Nasional X tahun 2012, dan Konsep Kegiatan, Konsep Perkemahan, Konsep Kepanitiaan, Konsep Keuangan, Konsep Administrasi, Konsep Sarana Pendukung dengan menghasilkan Petunjuk Pelaksanaan Raimuna Nasional X tahun 2012.

Kelompok Kerja berjumlah 9 (sembilan) orang yang terdiri atas unsur unsur:

  1. Andalan Nasional Gerakan Pramuka
  2. Andalan Nasional Korwil Maluku Papua
  3. Dewan Kerja Nasional Gerakan Pramuka
  4. Kepala Lembaga Pendidikan Kader Gerakan Pramuka tingkat Nasional
  5. Pimpinan Satuan Karya Pramuka tingkat Nasional
  6. Staf Kwartir Nasional Gerakan Pramuka
  7. Andalan Daerah Papua
  8. Dewan Kerja Daerah Gerakan Pramuka Papua
  9. Purna Dewan Kerja Nasional Gerakan Pramuka

22. Anggaran Kegiatan

Sebuah kegiatan akan membutuhkan anggaran, tergantung tingkat dan level kegiatan. Anggaran Raimuna Nasional X tahun 2012 berasal dari :

  • Fee Peserta dan Pinkoda, serta Bindamping
  • Anggaran Kwartir Nasional Gerakan Pramuka
  • Bantuan Pemerintah Pusat
  • Bantuan Pemeintah Daerah
  • Sponsor kegiatan yang tidak melanggar aturan atau Undang–undang yang berlaku

23. Penutup

Demikianlah Kerangka Acuan Kegiatan ini dibuat, sebagai pedoman untuk melaksanakan kegiatan besar Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega. Terimakasih.

Jakarta, 26 Agustus 2011

Gerakan Pramuka Kwarda Papua

K e t u a,

Alex Hesegem,SE

SUMBER INFO :

Rapat antara Kwarnas, DKN dan Kwarda Papua 25 dan 26 Agustus 2011 di gedung Kwarnas. Naskah telah di edit disesuaikan untuk kepentingan "informasi publik" oleh Kak Ha Te.


Referensi :

  1. http://tunaskelapa-pramuka.blogspot.com

Ukuran Kertas HVS

Written By admin on Kamis, 23 Februari 2012 | 21.27



Ukuran Kertas HVS
kadang disebut sebagai kertas Folio ada juga yang menyebutnya sebagai kertas F4. Jadi kertas ukuran F4 adalah kertas Folio atau ukuran kertas HVS. Kertas ini sering digunakan untuk mencetak hasil ketikkan di kantor-kantor dan sangat sering digunakan jika dibandingkan dengan kertas ukuran lainnya.

Ukuran Kertas HVS adalah lebih besar dari kertas ukuran Kuarto/Letter dan A4 serta lebih kecil dari kertas Legal. Namun, masih banyak yang salah dalam penyebutan kertas Folio/HVS/F4 ini sebagai kertas Legal, terutama bagi pengguna komputer pemula. Karena sangat jarang printer yang mencantumkan langsung kertas ukuran Folio ini pada printer yang banyak digunakan, mungkin dengan alasan inilah banyak yang menyebutkan kertas Folio/F4 sebagai kertas Legal padahal SALAH BESAR (jenis memang sama tapi ukuran berbeda). Kertas ukuran Legal lebih panjang 2 cm (35,56 cm) dari pada kertas Folio atau F4 (33,02 cm).

Jika di printer di komputer Anda tidak mencantumkan ukuran kerta HVS/Folio/F4, maka kita harus mengatur secara manual ukuran kertas Folio ini agar hasil cetakan sangat pas antara di komputer dan ketika dicetak. Ukurannya adalah:

  • Dalam satuan centi meter (cm) adalah Width/Lebar: 21,59 cm, Panjang/Height: 33,02 cm, pada orientasi Portrait, jika Landscape, maka sebaliknya (ukuran panjang menjadi lebar dan lebar menjadi panjang).
  • Dalam satuan inchi (inch) adalah Width/Lebar: 8.27 inches, Height/Panjang: 13 inches, pada orientasi Portrait, jika Landscape maka sebaliknya (ukuran panjang menjadi lebar dan lebar menjadi panjang).

Demikian, semoga bermanfaat informasi tentang ukuran kertas hvs.


Referensi :

  1. http://alief.biz
  2. http://05014mihsanalfarisy.wordpress.com

Pantai Jogan

Written By admin on Selasa, 21 Februari 2012 | 10.49

Air Terjun Menawan di Pantai Jogan Gunungkidul

Gunungkidul memang benar - benar memiliki keindahan alam yang luar biasa. Jika kemarin para wisatawan sedang dihebohkan dengan keindahan Pantai Indrayanti, pantai yang juga berada di Gunungkidul, kini ada pantai baru yang tak kalah unik dengan pantai lain di Gunungkidul. Pantai tersebut adalah Pantai Jogan. Pantai Jogan terletak di desa Purwodadi, Tepus, Gunungkidul, DIY. Letaknya sekitar 200 meter barat Pantai Siung.
Debur Ombak Pantai Jogan

Pantai ini memiliki keunikan yang tidak dimiliki oleh pantai lain. Di pantai ini terdapat air terjun yang langsung jatuh ke laut. Tinggi air terjun sekitar 10 meter. Air terjun ini berasal dari mata air tawar yang kemudian mengalir melalui sungai di atas bukit karts.

Pantai ini cukup mudah dijangkau pengunjung baik dengan sepeda motor ataupun mobil. Jalan menuju pantai ini sudah bagus meskipun masih berupa cor blok sepanjang 1 km dan sepanjang jalan dari Jogja sudah diaspal. Pengunjung juga hanya dikenai biaya parkir Rp 2000. Sayangnya fasilitas tempat makan di pantai ini masih minim, sehingga pengunjung perlu membawa bekal sendiri.

Selain menikmati keindahan alam dengan memandangnya, pengunjung juga bisa turun ke bawah air terjun, mandi sambil menikmati guyuran air terjun. Namun pengunjung harap berhati - hati dengan ombak yang datang menerjang. Usahakan turun ke air terjun saat air aut surut.

Anda tertarik? Mari kunjungi Pantai Jogan dan pantai - pantai lain di Gunungkidul. ^_^



Referensi :
  1. http://cahyaniekaromadhoni.blogspot.com
  2. http://ninograph.wordpress.com

Jama'ah Shalahuddin Ugm

Written By admin on Sabtu, 18 Februari 2012 | 01.52



Kutipan Favorit :

Irbadl bin Sariyah berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yg artinya: ‘Aku wasiatkan kepada kalian utk selalu bertaqwa kepada Allah mendengar dan taat meskipun yang memimpin seorang budak Habsyi. Sesungguhnya siapa saja di antara kalian yg hidup sepeninggalku akan melihat perselisihan yg banyak maka berpegang teguhlah dgn sunnahku dan sunnah Khulafa Ar-Rosyidin Al-Mahdiyyin {para khalifah yg terbimbing dan yg mendapatkan petunjuk } gigitlah dgn gigi geraham dan berhati-hatilah kaliandengan perkara yg baru krn tiap perkara yg baru adl bid’ah dan tiap bid’ah adl sesat.

Tentang Jama'ah :
Mengayun Zikir..... Menantang Fikir.....

Visi :
visi menegakkan kalimat tauhid dibumi Allah
kemudian visi itu digerakkan setiap tahunnya dalam bentuk GBHK...
faktor yang mempengaruhi adalah keadaan sosial, berdasarkan SWOT and SMART
Lagi dituntut untuk inklusif...
disatu sisi dituntut untuk meninggikan intelektualitas..tuk jadi generasi pemikir..ideolog.

Informasi Kontak
Alamat :
jalan tevisia no 1 bulaksumur Yogyakarta, masjid Kampus UGM sayap selatan. Yogyakarta, Indonesia

Situs Web :
http://js.ugm.ac.id

Email :
jamaahshalahuddinugm@yahoo.co.id

Bergerak menuju keberkahan

Written By admin on Jumat, 17 Februari 2012 | 21.38



Ibnul Qoyyim Rahimatulullah mengatakan “suatu keuntungan, kebaikan, kenikmatan, kesempurnaan, semuanya tak akan diperoleh kecuali dengan merasakan kesulitan. Takkan bisa dicapai kecuali melewati jembatan keletihan. Semua orang cerdik pandai sepakat bahwa kenikmatan tidak didapati melalui kenikmatan. Dan bahwa orang yang lebih mengutamakan istirahat, kelak akan kehilangan istirahat. Dan bahwa kebahagiaan dan kenikmatan itu tergantung sejauh mana seseorang melewati kengerian dan memikul beban dalam memperolehnya. Tak ada kebahagiaan bagi orang yang tak memiliki obsesi untuk bahagia. Tak ada kelezatan bagi orang yang tak bersabar memperolehnya. Tak ada kenikmatan bagi orang yang tidak mau berkorban untuk kenikmatan, tidak ada istirahat bagi orang yang tak mau berletih-letih untuk istirahat”

Hal tersebut menunjukkan bahwa berjuang dan perjuangkanlah untuk menggapai apa yang ingin kau capai, untuk meraih apa yang ingin kau raih, dan untuk mencapai semua itu, maka teruslah bergerak. Bergerak dengan perlahan namun pasti, bersabar dan terus tegar. “Wajib bagi seseorang yang cerdas untuk berusaha menggapai puncak yang bisa ia capai. Andaikata anak adam bisa membayangkan bahwa ia sanggup ke langit maka anda akan melihat bahwa diamnya ia di bumi adalah perkara yang sangat dibenci” (Ibnu Jauzi)


Bergeraklah…
Alam mengajarkan kita untuk senantiasa bergerak agar tercipta sebuah kesempurnaan sebagaimana fungsinya ia diciptakan. Sebagaimana air, apabila ia terus tergenang dalam sebuah wadah, maka ia akan jauh dari sebuah nilai kebermanfaatan dan kenikmatan, karena menimbulkan beragam jentik-jentik penyakit didalamnya.

"Menjadi ada adalah karunia, sebab kita tidak dapat mengadakan diri kita sendiri. Tapi menjadi ada saja tidaklah cukup, kita ada karena diperintahkan untuk memiliki makna” (Ahmad Zairofi).

Begitulah hakikat sebuah kebermaknaan dalam penciptaan, untuk terus bergerak menghadirkan kebermanfaatan dan perubahan.


Sebagaimana bumi dan matahari yang tak pernah malas untuk bergerak. ia terus berputar pada porosnya sehingga tercipta keseimbangan alam galaksi bima sakti. “Dan matahari berjalan di tempat peredarannya…”(QS.36:38).


Sebagaimana pula dalam sebuah siklus hidrologi, uap air pun terus bergerak, “Tidakkah engkau melihat bahwa Allah menjadikan awan bergerak perlahan, kemudian mengumpulkannya, lalu Dia menjadikannya bertumpuk-tumpuk, lalu engkau lihat hujan keluar dari celah-celahnya…” (QS.24 : 43)

Bergerak adalah Keberkahan...
Mukmin yang cerdas adalah mukmin yang senantiasa mampu mengendalikan diri dan menata dirinya untuk hari esok. Sebagaimana ditegaskan oleh Rasulullah saw pada salah satu hadits, bahwa hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, jika hari ini sama dengan hari kemarin, maka kita termasuk dalam golongan orang-orang yang merugi. Dan dalam firmanNya, "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan" (QS.Al Hasyr:18).

Bagaimana mungkin kita mampu menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat jika enggan untuk bergerak?

Maka,
Teruslah bergerak, agar mampu menghasilkan sebuah kebermaknaan dalam penciptaan.

Let’s Fastabiqul Khairat…
Bergeraklah untuk terus berbagi dengan apa yang telah IA beri !


Disadur dari artikel berjudul : BERGERAK ADALAH KEBERKAHAN ! Karya : Meylina Hidayanti.

Referensi :
  1. http://www.lenteracentre.com

Langkahkan kaki untuk kebaikan



Dari Ibnu Umar rodhiyallahu 'anhuma, beliau berkata: Rasulullah bersabda:
Perintah yang pertama kali diwajibkan kepada ummatku adalah shalat lima waktu, yang pertama kali diangkat dari amal perbuatan mereka adalah shalat lima waktu, dan yang pertama kali dipertanyakan dari amal perbuatan mereka adalah shalat lima waktu. Barangsiapa yang pernah meninggalkan sesuatu daripadanya maka Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman (kepada malaikat) : lihatlah ! Apakah kalian mendapatkan dari hamba-Ku shalat-shalat sunnah yang menyempurnakan kekurangannya dari shalat fardhu ?

Lihatlah puasa ramadhan hamba-Ku, apabila tertinggal (pernah tidak berpuasa) maka lihatlah apakah hamba-Ku mempunyai pahala puasa sunnah yang akan menyempurnakan kekurangan puasa wajibnya ? Dan lihatlah zakat hamba-Ku, bila ia sempat tidak mengeluarkannya maka lihatlah apakah kalian mendapatkan hambaku bersedekah yang akan menyempurnakan kekurangan zakatnya ?

Maka diambilah pahala sunnah tersebut untuk melengkapi kekurangan atas kewajiban yang Allah perintahkan, yang demikian terjadi karena rahmat Allah dan keadilan-Nya.

Apabila didapati pahalanya lebih banyak (melengkapi pahala ibadah wajib) dalam timbangannya, maka dikatakan kepadanya: masuklah surga dengan senang hati.

Namun bila tidak didapati satupun pahala sunnahnya, maka Malaikat Zabaniyyah akan diperintah oleh Allah untuk menyeret tangan dan kakinya kemudian dilempar ke neraka.
(HR.Ahmad & Al-Haakim)

Sungguh Allah Maha Pengasih dan Penyayang dan Allah Maha Menepati Janji-Nya..
“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya, Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula” (QS. Al Zalzalah :7-8)

Sami'na wa atho'na...
Mendirikan Sholat dan melaksanakan puasa di bulan Ramadhan merupakan salah satu rukun Islam yang wajib ditegakkan kita sebagai umat muslim. Sebagaimana dalam firman-Nya : “Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan pada sebagian malam laksanakanlah sholat tahajjud sebagai suatu ibadah tambahan bagimu..” (QS.Al Isra’ : 78-79) dan “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”. (QS.Al Baqarah : 183).

Tak ada alasan kiranya bagi kita untuk meninggalkan apa yang telah diwajibkan dan menyempurnakan dengan sunnah-Nya.

"..Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya ?. Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. Mereka itu orang-orang yang telah kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia, maka hapuslah amalan- amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat”(QS.Al Kahfi : 103-105)

"Apa yang dapat memberikanmu rasa aman apabila kelak amalmu di hadapan Allah tidak ada nilainya. Pada waktu itu, semua pintu amal untuk mendapatkan ampunan-Nya telah tertutup. Bagaimana kamu dapat menjalani hidup di dunia ini dangan tertawa. Dapatkah kamu bayangkan kondisimu di akhirat kelak jika semua amal yang kamu kerjakan di dunia ini ditolak?"
(Fudhoil bin Iyadh)


Akankah masih dapat kita beralasan untuk meninggalkan perintah-Nya ?

Semoga kita tidak termasuk dalam golongan orang-orang yang merugi, karena mendustakan ayat-ayat-Nya dan melupakan perjumpaan dengan-Nya disebabkan kita telah meninggalkan perintah-Nya, sehingga di hari akhir kelak, tidak disediakan timbangan bagi amalan kita..
aamiin Ya Rabbal'alamin..

Disadur dari artikel berjudul : STOP, TAK PERLU BANYAK ALASAN ! Karya : Meylina Hidayanti.

Referensi :
  1. http://www.lenteracentre.com

Inilah yang seharusnya kita lakukan



Diriwayatkan oleh imam Ahmad dengan sanad hasan dan oleh nasa’i dari anas bin malik r.a :

Ketika kami duduk-duduk bersama Rasulullah saw, bersabdalah beliau “Atas dirimu semua kini datang seorang dari penghuni syurga”. Waktu itu muncul seorang anshar dengan jenggot sedikit basah bekas air wudlu, sambil menjinjing kedua sandalnya dengan tangan kirinya. Esok harinya Nabi saw kembali berkata demikian dan muncul pula orang tersebut seperti itu lagi, muncul pula lelaki itu seperti sebelumnya.

Tatkala Nabi saw berdiri, Abdullah bin Amru bin Ash segera mengikuti orang lelaki tersebut dan berkata kepadanya “Sesungguhnya saya telah bertengkar dengan bapak saya dan bersumpah tidak akan mendatanginya selama tiga hari. Seandainya akhi (saudara) mengizinkan saya tinggal dirumah akhi selama tiga hari itu, niscaya aku akan ikut akhi pulang”, “lelaki itu menjawab “Ya silahkan”, kemudian Abdullah menceritakan bahwa selama tiga hari tinggal bersamanya, tak sekalipun ia melihat lelaki itu melakukan shalat malam, kecuali setiap lelaki itu berbalik dalam tidurnya dia menyebut nama Allah dan bertakbir hingga terbangun untuk melakukan shalat subuh. Abdullah menambahkan, “Hanya saja saya tidak mendengarnya berkata selain dengan perkatan yang baik”.

Lewatlah sudah tiga malam, dan saya pun hampir meremehkan amalnya. Kemudian ku katakan kepadanya, “wahai hamba Allah, sebenarnya tidak pernah terjadi pertengkaran antara aku dan bapaku, tetapi aku pernah mendengar Rasulullah saw mengatakan tentangmu tiga kali dengan ucapan, sekarang akan muncul seorang lelaki dari penghuni syurga, selama tiga kali itu pula engkau muncul, karena itu aku berusaha menginap dirumahmu untuk melihat apa yang engkau lakukan sehingga aku bisa mencontohmu, Namun aku tidak melihatmu mengerjakan amalan yang besar, lalu apa sebabnya engkau bisa mencapai derajad seperti yang dikatakan Rosulullah tersebut?” laki-laki itu menjawab “ tidak ada yang saya kerjakan selain apa yang telah engkau perhatikan.” Kata abdullah, ketika dia berpaling meninggalkannnya, lelaki itu memanggilnya seraya berkata, “Tidak ada yang saya kerjakan selain apa yang telah engkau perhatikan, tetapi tidak tersimpan sedikitpun dalam hatiku keinginan untuk menipu seorangpun dari kaum muslimin atau menaruh dengki padanya atas kebaikan yang dikaruniakan Allah kepadanya. Kemudian abdullah berkata, “inikah yang telah mengangkat derajadmu setinggi itu?”

Kedalaman Hati siapa yang tahu?
Bisa jadi segala sesuatu yang kita anggap remeh dan biasa saja, namun justru sesuatu itu memiliki nilai yang lebih dalam pandangan Allah. Bisa jadi baik dalam pandangan manusia, belum tentu baik pula dalam pandangan Allah. “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui” (QS.2:216)

Sebagaimana kisah seorang pelacur yang menjadi penghuni surga dikarenakan telah memberikan minum seekor anjing yang kehausan. Biasa dalam pandangan manusia, sekedar memberi minum seekor anjing, namun berbeda dalam pandangan Allah.

Sebagaimana pula sebuah kisah Rifa’ah bin Zaid dari Bani Dhubaib , salah seorang budak Rasulluah, yang terkena panah seusai perang khaibar berlangsung. Para sahabat berkata “Kami senang ia gugur syahid wahai Rasulullah” dan Rasulullah saw menjawab “Tidak! Demi Zat yang menguasai Muhammad. Sesungguhnya sebuah mantel akan mengobarkan api neraka atasnya. Mantel itu ia ambil dari harta rampasan perang Khaibar, yang bukan jatahnya. Para sahabat menjadi takut. Lalu seseorang datang membawa seutas atau dua utas tali sandal, seraya berkata: Wahai Rasulullah, aku mendapatkannya pada waktu perang Khaibar. Rasulullah saw. bersabda: Seutas tali (atau dua utas tali) sandal dari neraka” (Shahih Muslim No.166). Sebuah kematian yang baik dalam pandangan manusia, ternyata belum tentu baik dalam pandangan Allah.

Sebuah pelajaran berharga pula dinasehatkan oleh Abu Syaikh rahimahullah, “jika engkau banyak shalat, janganlah engkau berbangga dengan prestasi itu, sebab terkadang orang lain yang engkau anggap banyak berbuat keliru, boleh jadi ia lebih menepati janji daripada engkau. Jika engkau selalu menepati janji, janganlah engkau berbangga dengannya, sebab bisa jadi orang lain yang engkau anggap cela perbuatannya adalah orang yang selalu menjaga silaturahim. Dan jika engkau kuat menjaga silaturahim, janganlah engkau berbangga karenanya, sebab bisa jadi orang lain yang kau cela sebagian sifatnya lebih banyak puasanya darimu”


Inilah yang justru tidak mampu kita lakukan...
“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka, karena sebagian dari berprasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang" (QS. 49 : 12)

Memberikan hati yang bersih, tidak menyimpan prasangka yang jelek terhadap kaum muslimin kelihatannya sederhana, tetapi justru itulah yang seringkali sulit kita lakukan. Mungkin kita mampu berdiri dimalam hari, sujud dan ruku dihadapan Allah SWT, akan tetapi sulit bagi kita untuk menghilangkan kedengkian kepada sesama kaum muslimin, hanya karena kita duga memiliki paham yang berbeda, hanya karena kita fikir bahwa dia berasal dari golongan yang berbeda, atau hanya karena dia memperoleh kelebihan yang diberikan Allah dan kelebihan itu tidak kita miliki."Inilah justru yang tidak mampu kita lakukan", kata Abdullah bin Amr (Hayat Al Shahabah, II, 520-521)

Mari kita berbenah diri..

Disadur dari artikel berjudul
: INILAH YANG JUSTRU TIDAK MAMPU KITA LAKUKAN Karya : Meylina Hidayanti.

Referensi :
  1. http://www.lenteracentre.com

Gunung Lawu

Written By admin on Kamis, 16 Februari 2012 | 23.00



Ketinggian 3.265 m
Daftar Gunung
Lokasi
Lokasi Karanganyar, Wonogiri (Jawa Tengah), Magetan (Jawa Timur)
Koordinat 111°11'39" LS 07°37'37" BT
Geologi
Jenis stratovolcano

Gunung Lawu (3.265 m) terletak di Pulau Jawa, Indonesia, tepatnya di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Status gunung ini adalah gunung api "istirahat" dan telah lama tidak aktif, terlihat dari rapatnya vegetasi serta puncaknya yang tererosi. Di lerengnya terdapat kepundan kecil yang masih mengeluarkan uap air (fumarol) dan belerang (solfatara). Gunung Lawu mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan hutan Ericaceous.

Gunung Lawu memiliki tiga puncak, Puncak Hargo Dalem, Hargo Dumiling dan Hargo Dumilah. Yang terakhir ini adalah puncak tertinggi.

Di lereng gunung ini terdapat sejumlah tempat yang populer sebagai tujuan wisata, terutama di daerah Tawangmangu, Cemorosewu, dan Sarangan. Agak ke bawah, di sisi barat terdapat dua komplek percandian dari masa akhir Majapahit: Candi Sukuh dan Candi Cetho. Di kaki gunung ini juga terletak komplek pemakaman kerabat Praja Mangkunagaran: Astana Girilayu dan Astana Mangadeg. Di dekat komplek ini terletak Astana Giribangun, mausoleum untuk keluarga presiden kedua Indonesia, Suharto.


Pendakian

Tugu Hargo Dumilah, Puncak tertinggi Gunung Lawu

Gunung Lawu sangat populer untuk kegiatan pendakian. Setiap malam 1 Sura banyak orang berziarah dengan mendaki hingga ke puncak. Karena populernya, di puncak gunung bahkan dapat dijumpai pedagang makanan.

Pendakian standar dapat dimulai dari dua tempat (basecamp): Cemorokandang di Tawangmangu, Jawa Tengah, serta Cemorosewu, di Sarangan, Jawa Timur. Gerbang masuk keduanya terpisah hanya 200 m.

Pendakian dari Cemorosewu melalui dua sumber mata air: Sendang (kolam) Panguripan terletak antara Cemorosewu dan Pos 1 dan Sendang Drajat di antara Pos 4 dan Pos 5.

Pendakian melalui Cemorokandang akan melewati 5 selter dengan jalur yang relatif telah tertata dengan baik.

Pendakian melalui cemorosewu akan melewati 5 pos. Jalur melalui Cemorosewu lebih nge-track. Akan tetapi jika kita lewat jalur ini kita akan sampai puncak lebih cepat daripada lewat jalur Cemorokandang. Pendakian melalui Cemorosewu jalannya cukup tertata dengan baik. Jalannya terbuat dari batu-batuan yang sudah ditata.

Jalur dari pos 3 menuju pos 4 berupa tangga yang terbuat dari batu alam. Pos ke4 baru direnovasi,jadi untuk saat ini di pos4 tidak ada bangunan untuk berteduh. Biasanya kita tidak sadar telah sampai di pos 4.

Di dekat pos 4 ini kita bisa melihat telaga Sarangan dari kejahuan. Jalur dari pos 4 ke pos 5 sangat nyaman, tidak nge-track seperti jalur yang menuju pos 4. Di pos2 terdapat watu gedhe yang kami namai watu iris(karena seperti di iris).

Di dekat pintu masuk Cemorosewu terdapat suatu bangunan seperti masjid yang ternyata adalah makam.Untuk mendaki melalui Cemorosewu(bagi pemula) janganlah mendaki di siang hari karena medannya berat untuk pemula.

Di atas puncak Hargo Dumilah terdapat satu tugu.


Misteri gunung Lawu

Gunung Lawu menyimpan misteri pada masing-masing dari tiga puncak utamanya dan menjadi tempat yang dimitoskan sebagai tempat sakral di Tanah Jawa. Harga Dalem diyakini sebagai tempat pamoksan Prabu Bhrawijaya Pamungkas, Harga Dumiling diyakini sebagai tempat pamoksan Ki Sabdopalon, dan Harga Dumilah merupakan tempat yang penuh misteri yang sering dipergunakan sebagai ajang menjadi kemampuan olah batin dan meditasi.

Konon gunung Lawu merupakan pusat kegiatan spiritual di Tanah Jawa dan berhubungan erat dengan tradisi dan budaya Praja Mangkunegaran.

Setiap orang yang hendak pergi ke puncaknya harus memahami berbagai larangan tidak tertulis untuk tidak melakukan sesuatu, baik bersifat perbuatan maupun perkataan. Bila pantangan itu dilanggar di pelaku diyakini bakal bernasib naas.

Tempat-tempat lain yang diyakini misterius oleh penduduk setempat yakni: Sendang Inten, Sendang Drajat, Sendang Panguripan, Sumur Jalatunda, Kawah Candradimuka, Repat Kepanasan/Cakrasurya, dan Pringgodani.


Legenda gunung Lawu

Lawu.jpg

Cerita dimulai dari masa akhir kerajaan Majapahit (1400 M) pada masa pemerintahan Sinuwun Bumi Nata Bhrawijaya Ingkang Jumeneng kaping 5 (Pamungkas). Dua istrinya yang terkenal ialah Dara Petak putri dari daratan Tiongkok dan Dara Jingga. Dari Dara Petak lahir putra Raden Fatah, dari Dara Jingga lahir putra Pangeran Katong.

Raden Fatah setelah dewasa agama islam berbeda dengan ayahandanya yang beragama Budha. Dan bersamaan dengan pudarnya Majapahit, Raden Fatah mendirikan Kerajaan di Glagah Wangi (Demak).

Melihat kondisi yang demikian itu , masygullah hati Sang Prabu. Sebagai raja yang bijak, pada suatu malam, dia pun akhirnya bermeditasi memohon petunjuk Sang Maha Kuasa. Dalam semedinya didapatkannya wangsit yang menyatakan bahwa sudah saatnya cahaya Majapahit memudar dan wahyu kedaton akan berpindah ke kerajaan Demak.

Pada malam itu pulalah Sang Prabu dengan hanya disertai pemomongnya yang setia Sabdopalon diam-diam meninggalkan keraton dan melanglang praja dan pada akhirnya naik ke Puncak Lawu. Sebelum sampai di puncak, dia bertemu dengan dua orang kepala dusun yakni Dipa Menggala dan Wangsa Menggala. Sebagai abdi dalem yang setia dua orang itu pun tak tega membiarkan tuannya begitu saja. Merekapun pergi bersama ke puncak Harga Dalem.

Saat itu Sang Prabu bertitah, "Wahai para abdiku yang setia sudah saatnya aku harus mundur, aku harus muksa dan meninggalkan dunia ramai ini. Dipa Menggala, karena kesetiaanmu kuangkat kau menjadi penguasa gunung Lawu dan membawahi semua mahluk gaib dengan wilayah ke barat hingga wilayah gunung Merapi/gunung Merbabu, ke timur hingga gunung Wilis, ke selatan hingga Pantai selatan , dan ke utara sampai dengan pantai utara dengan gelar Sunan Gunung Lawu. Dan kepada Wangsa Menggala, kau kuangkat sebagai patihnya, dengan gelar Kyai Jalak.

Tak kuasa menahan gejolak di hatinya, Sabdopalon pun memberanikan diri berkata kepada Sang Prabu: Bila demikian adanya hamba pun juga pamit berpisah dengan Sang Prabu, hamba akan naik ke Harga Dumiling dan meninggalkan Sang Prabu di sini.

Singkat cerita Sang Prabu Brawijaya pun muksa di Harga Dalem, dan Sabdopalon moksa di Harga Dumiling. Tinggalah Sunan Lawu Sang Penguasa gunung dan Kyai Jalak yang karena kesaktian dan kesempurnaan ilmunya kemudian menjadi mahluk gaib yang hingga kini masih setia melaksanakan tugas sesuai amanat Sang Prabu Brawijaya.


Obyek wisata

Obyek wisata di sekitar gunung Lawu antara lain:


Referensi :
  1. http://id.wikipedia.org
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Saka Wanabakti Kota Yogyakarta - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger